Sebetulnya Indonesia berpotensi besar untuk mengembangkan industri animasi. Sayangnya, industri tersebut di Indonesia masih seperti kondisi ekonomi kreatif lainya, yaitu belum merata dan harus dirangsang pertumbuhannya, khususnya pada generasi muda.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi DJUS (Digital Joint Update Session) bertema "Menjual Animasi Lokal" yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, praktisi iklan, serta para animator di Kampus Anggrek Binus University, Jakarta, kemarin (27/8). Diskusi digelar oleh Binus Enterpreneurship Center (BEC) bekerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) dan Teknopreneur.
Masyarakat Indonesia banyak yang bertahan pada produk-produk lama walau telah ada yang berteknologi baru dengan harga yang sama.
"Masyarakat masih cenderung memilih produk-produk lama. Padahal dengan harga yang sama, masyarakat bisa membeli produk yang berteknologi baru," ujar Presiden Direktur PT Galva Technologies, Oki Widajaja, dalam acara BenQ Indonesia Dealers Gathering di Bali pada 19-21 Juli 2009.
Sejumlah perusahaan mampu menghemat hingga miliaran rupiah dengan menggunakan perangkat lunak (software) open source (OS).
"Dengan OS, kita bisa menghemat 500 dollar AS untuk tiap terminal Personal Computer (PC) yang menjalankan fungsi office," kata pemilik perusahaan penerbitan dan percetakan Dian Rakyat Group Mario Alisjahbana pada Seminar Nasional Pengguna Open Source Software dan IGOS Center, di Jakarta, Rabu (22/7).
Perubahan iklim menjadi isu global yang terus bergulir, namun sekolah-sekolah di Indonesia justru belum serius memperkenalkan perubahan iklim dan langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi ancaman ini. Pendidikan perubahan iklim di sekolah-sekolah masih minim, sekalipun dalam muatan lokal pendidikan lingkungan hidup.
Dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet sehingga program buku sekolah elektronik dinilai tidak efektif.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Rabu (17/6). Menurutnya, minimnya jumlah sekolah yang bisa mengakses internet tersebut menunjukkan bahwa program dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book belum efektif.
Terkait program Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book, anggota Komisi X Bidang Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Cypriyanus Aoer mengatakan, penggunaan e-book tidak bermanfaat untuk masyarakat di pedesaan.
"Selama ini e-book hanya bermanfaat untuk sekolah-sekolah di daerah perkotaan, sedangkan di pedesaan, bahkan di daerah-daerah pelosok tidak ada manfaatnya," katanya, Rabu (17/6).
Robot semakin diminati pelajar Indonesia. Hal itu antara lain terlihat dari banyaknya peserta kompetisi robot untuk pelajar SD dan SMP, Minggu (7/6) di GOR Delta, Sidoarjo, Jawa Timur.
Peserta yang datang sebanyak 46 tim yang berasal dari Jawa, Bali, dan Sumatera. Selain pesertanya cukup banyak, robot yang ditampilkan juga sangat bervariasi. Hal ini menunjukkan minat dan potensi pelajar terhadap robot cukup tinggi.
Pertumbuhan industri kreatif berbasis teknologi informasi (TI) secara nasional tahun ini optimistis naik 20 persen, yang disumbang oleh dominasi pengusaha yang bergerak dalam bidang perangkat lunak (software).
"Keyakinan ini, karena omzet dari industri kreatif tahun lalu sebesar Rp100 triliun lebih besar dari industri otomotif. Dari angka tersebut, 50 persen lebih berasal dari total omzet pelaku usaha piranti lunak," kata Direktur Industri Telematika Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun, di Surabaya, Rabu.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai membangun Pusat Ilmu Robotika Nasional di kawasan Techno Park (Taman Teknologi) ITS yang menelan dana Rp50 miliar dari APBN.
"Pemancangan sudah dimulai dan kami targetkan akan selesai pembangunannya pada tahun 2009 ini dengan serangkaian penyempurnaan pada tahun berikutnya," kata Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS, PhD, di Surabaya, Rabu (13/5).
INDUSTRI digital di Indonesia akan bertumbuh sebesar 100 persen dari pertengahan April hingga akhir 2010 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh CEO PT Bubu Kreasi Perdana, Shinta Dhanuwardoyo, pada acara press conference peluncuran 'Bubu Awards V.06: The Rise of Digital Era' di Jakarta, kemarin.
Peneliti di Cina telah menemukan bukti tambahan bahwa tumbuh-rumbuhan mengemisikan metana – sebuah gas rumah-kaca potensial – dalam jumlah yang signifikan. Disamping itu temuan-temuan terbaru juga menunjukkan bahwa emisi metana tergantung tidak hanya pada spesies tanaman, tetapi juga pada kondisi dimana mereka tumbuh.