Doktor Khoirul Anwar, Wakil Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), meraih penghargaan best paper kategori 'Young Scientist' pada IEEE VTC 2010-Spring, Taiwan, dan karyanya dipatenkan di Jepang.
Inovasinya bertolak dari keprihatinan karena nelayan di daerah terpencil sering kesulitan bahan bakar untuk motor diesel perahu mereka. Padahal, di wilayah pesisir, banyak terdapat buah kelapa yang bisa digunakan sebagai substitusi bahan bakar nabati.
Bagi awam, kerap kali gaharu dikenal sebagai pohon berkayu wangi layaknya kayu cendana. Padahal, berbeda sama sekali. Gaharu pun sekarang bukan melulu berkah alam tanpa campur tangan manusia karena ditemukan metode produksi gaharu buatan yang tak kalah dengan yang alami.
Bayangkan suatu hari nanti Anda bisa membungkus hadiah dengan kertas kado bertuliskan "Selamat Ulang Tahun!" yang bisa menyala tanpa baterai konvensional yang kita kenal selama ini, karena kertas itu sendirilah baterainya. Itulah salah satu kemungkinan penggunaan baterai baru yang dibuat dari selulosa, yaitu bahan kertas, sehingga ramah lingkungan karena bisa diurai alam.
Deby Jannati (16) dan Shona Mazia (17), siswa SMA Semesta Semarang, Jawa Tengah, membuktikan bahwa kulit singkong dapat dijadikan bahan karbon aktif. Karbon aktif itu mampu menyerap 99,98 persen kandungan tembaga dalam air limbah.
Analisis menggunakan teknologi nuklir telah banyak dimanfaatkan untuk pemeliharaan lingkungan di DI Yogyakarta. Pemanfaatan tersebut meliputi uji kelayakan dan tingkat pencemaran air.
Nuklir adalah salah satu sumber energi yang ramah lingkungan. Bahkan, polusi yang ditimbulkan energi nuklir jauh lebih kecil dibanding polusi energi fosil. Artinya, pemanasan global akibat polusi energi fosil yang terus meningkat sebenarnya dapat diatasi dengan pengembangan nuklir sebagai sumber energi.
Penggemar otomotif banyak yang paham manakala bensin digantikan elpiji dapat menjalankan mesin kendaraan seperti sepeda motor. Hasilnya akan lebih irit dan ramah lingkungan. Tetapi, faktanya masih terlampau sedikit orang yang berani mengaplikasikannya.
Tingginya harga minyak tanah pascadihapuskannya subsidi, menyulitkan kelompok industri kecil dan masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkan bahan bakar yang murah dan praktis. Sementara kompor gas dinilai belum sepenuhnya mampu dijangkau masyarakat di pelosok daerah.