Para peneliti mengatakan, sebagai negara yang kaya akan hasil produksi pertanian dan perkebunan, Indonesia berpotensi mengembangkan bioetanol sebagai bahan pengganti bensin.
Sumber energi baru kembali ditemukan. Kali ini energi tersebut ada pada tanaman yang mudah tumbuh di mana saja, yaitu singkong. Tak tanggung-tanggung, tanaman ini ternyata memiliki energi yang mampu menggerakkan mobil.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Global, Liana Bratasida, mengatakan Indonesia dan Norwegia akan segera menandatangani Letter of Intent terkait bantuan dana sebesar 1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 9 triliun. Dana tersebut diperuntukan guna menangani masalah lingkungan di Indonesia.
Sejarah mencatat bahwa kegiatan survei dan pemetaan di Nusantara dilakukan sejak delapan abad lalu. Salah satu buktinya, peta paling awal tentang Nusantara sudah dibuat oleh bangsa Nusantara sendiri pada masa Majapahit.
Komisi Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) bekerja sama dengan PT Energy Karya Madani berhasil menciptakan bioetanol yang kemudian disebut Biopremium ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakar pengganti bensin tersebut diolah dari tanaman singkong.
PT Dirgantara Indonesia ternyata mempunyai kemampuan membuat pesawat amfibi. Sayangnya, kemampuan ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk bangsa ini. Padahal, kalau dimanfaatkan, pesawat amfibi bisa menjadi solusi strategis dan ekonomis bagi Indonesia.
PT Dirgantara Indonesia akan mulai mengembangkan teknologi pesawat amfibi satu-satunya di Indonesia, yang akan mulai dijual pada 2012. Pesawat yang mampu mendarat di lautan itu dibuat memanfaatkan lisensi pabrikan Jerman, Dorner Seawings.
Penggunaan sel surya sebagai sumber energi kendaraan dalam kompetisi Shell Eco-marathon Amerika 2010 terbukti paling hemat. Di antara 48 kendaraan peserta dengan berbagai jenis bahan bakar konvensional ataupun alternatif, kendaraan sel surya rancangan mahasiswa Universitas Purdue dari Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat, terbukti paling irit dengan jarak tempuh setara dengan 1.933,5 kilometer per liter bensin.
Kalimat yang diucapkannya bukan ungkapan kekesalan, melainkan kesetiaan. ”Saya tua di laboratorium. Tetapi, tetap saja sampai sekarang belum berdiri industri sel surya,” kata Ika Hartika Ismet di Bandung, Jawa Barat.
Pada Tahun 2010, pemerintah menyiapkan pembangunan pabrik sel surya yang mampu memasok listrik hingga 50 megawatt per tahun. Langkah ini akan mengalihkan ketergantungan Indonesia terhadap produk sel surya yang selama ini diimpor.
Sebanyak 5.212 rumah warga di pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng) yang selama ini masih gelap gulita, kini telah dapat menikmati aliran listrik terbatas dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).