Jakarta-Permasalahan air sebagai bahan bakar memang bukan hal yang baru. Menurut Kepala Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Achiar Oemry, informasi tentang air menjadi bahan bakar sudah lama ada di luar negeri seperti di Jepang, India dan Amerika Serikat.
Dua siswa SMUN 31 mempunyai satu ide menarik yang aplikatif bagi pemecahan masalah kekurangan energi listrik terutama di daerah pedesaan dengan memanfaatkan arus sungai. Dengan dibantu guru pembimbingnya Agnes, mereka membuat prototype pembangkit listrik tenaga arus air sungai.Untuk lebih jelasnya, Mawardi dan Shahreza, siswa SMUN 31 Jakarta menyampaikannya dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang ditayangkan oleh Bahana 101.8 FM, Jumat, 1 Mei 2009 pada pukul 08.00-08.45.
Sel surya atau dalam dunia internasional lebih dikenal sebagai solar cell atau photovoltaic cell, merupakan sebuah peranti semikonduktor yang memiliki permukaan luas dan mampu merubah cahaya (sinar matahari) menjadi energi listrik. Potensi pemanfaatan yang luas dan terbukanya pasar yag cukup besar terutama untuk kebutuhan listrik daerah terpencil di Indonesia, seharusnya dapat menjadi stimulus dunia riset dan industri dalam pengembangan teknologi produksi sel surya di Indonesia.
Kata photovoltaic berasal dari bahasa Yunani photos yang berarti cahaya dan volta yang merupakan nama ahli fisika dari Italia yang menemukan tegangan listrik. Secara sederhana dapat diartikan sebagai listrik dari cahaya.Photovoltaic merupakan sebuah proses untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.
Di era 1990-an, mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pernah merancang mobil tenaga surya hingga tiga generasi dengan nama Widya Wahana. Belasan tahun berselang, empat mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dari perguruan tinggi yang sama melakukan hal serupa.Bedanya, kalau dulu yang dituju adalah mobil, kini pemanfaatan tenaga surya atau matahari disiapkan untuk becak, angkutan roda tiga yang selama ini bertenaga manusia.
Kota Rizhao menggunakan energi solar sebagai penghantar listrik.
Rizhao merupakan salah satu kota di Cina dengan pendapatan perkapita rendah. Sejak tahun 2001, kota ini telah memberikan banyak pengetahuan kepada penduduk sekitar mengenai manfaat dan pentingnya sel surya bagi kehidupan.