| Penulis Administrator,
Pada 15-06-2009 16:24
|
Dilihat : 296  |
Favorit : None |
Dipublikasin di : FOKUS, Energi |
Jakarta-Permasalahan air sebagai bahan bakar memang bukan hal yang baru. Menurut Kepala Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Achiar Oemry, informasi tentang air menjadi bahan bakar sudah lama ada di luar negeri seperti di Jepang, India dan Amerika Serikat.
"Penggunaan bahan bakar hidrogen bukanlah hal yang baru ditemukan. Penemuan itu sudah lama. Pesawat ulang alik saja menggunakan bahan bakar ini," katanya. Stanley Meyer pernah merintis penggunaan bahan bakar air dalam mobil yang dirancangnya sendiri.Temuan Meyer telah dipatenkan di Amerika Serikat (AS) 26 Juni 1996. Meyer mengganti busi dengan injeksi untuk menyemprotkan gas asap ke silinder.
Uap air itu dipecah menjadi hidrogen dan oksigen dan masuk ruang pembakaran. Sistem ini disesuaikan untuk bahan bakar pada sistem internal mobil pada umumnya. Dalam pembuatan generator hidrogen harus memperhatikan beberapa tahapan. Pertama yaitu penyediaan tanki air sebagai tempat bahan bakar, dan juga tabung secukupnya untuk menerima air. Tabung reaksi ditaruh di bawah kap.Tabung reaksi terdiri dari dua silinder baja antikarat yang menempatkan satu baja di dalam baja lainnya. Jarak antara kedua baja ini sekitar 1-5 mm.
Kedua baja tersebut berfungsi sebagai dua elektroda dimana getaran dibawah pengaruh sinyal getaran elektroda yang berasal dari frekuensi partikular kontrol. Bentuk khusus dari bentuk elektroda ini akan memecahkan air ke dalam gas oksigen dan hidrogen. Ketika pencampuran gas. Percampuran gas ini ketika masuk ke dalam ruang pembakaran dan meletup seperti bensin.
Kedua, dibutuhkan monitoring meteran untuk dashbor mobil sebagai panduan terhadap permukaan air di dalam tank air dan permukaan air di dalam tabung reaksi. Alat lain yang dibutuhkan adalah alat ukur kecepatan angin lain. Selain itu diperlukan menginstalasi alat kontrol variable, (10 k ohm potentiometer) untuk menginjak pedal gas. Alat kontrol pedal gas ini tersambung ke kotak pengontrol sehingga getaran berbeda menuju ke elektroda baja antikarat.
Pelebaran jarak dari getaran elektronik, ini memacu elektrode menghasilkan lebih banyak gas hidrogen atau oksigen membuat mobil melaju lebih cepat ketika pedal gas ditekan untuk memulai proses ini.
Cara kerja Generator Hidrogen
Air dipompa untuk mengisi dan memelihara tingkat cairan di dalam ruang tabung. Elektroda akan bergetar dengan kekuatan 0.5 gelombang elektronik dan memisahkan 2 (H20) menjadi 2H2 + 02. Ketika tekanan mencapai 30-60 psi dan nyalakan dan kendaraan langsung jalan.
Kemudian pedal di tekan, sehingga energi terkirim ke elektode-elektrode, dan uap menuju silinder sehingga memacu asap bahan bakar meningkat. Untuk mengatur kekuatan dengan tepat, tinggal mengatur posisi naik turunnya idle-max.
Energi bebas datang dari air ledeng, di dalam sebuah sistem terbuka, sebagai energi yang terpendam di dalam air, energi itu cukup kuat untuk mesin, dan mengendalikan alternator. Alternator cukup efisien untuk menjalankan beragam beban elektrolik (10-20 ampere).
Namun sayangnya penemuan ini tidak dikembangkan lebih lanjut, karena Stanley Meyer keburu meninggal pada 21 Maret 1998, setelah makan malam di sebuah restoran di Ohio. Menurut otopsi dari rumah sakit setempat, Meyer menderita gangguan otak (cerebral aneurysm). Sumber lain menyebutkan bahwa Meyer sengaja diracun oleh konspirasi dari perusahaan minyak dan pemerintah Amerika Serikat. |
|
|
Komentar Pembaca  |
|
Rating Pembaca
(0 vote)
|
|
Menambahkan Komentar
|