|
10 Juni 2009 Jakarta- Setiap orang bertanya-tanya kapan kiamat akan datang. Dengan inovasi terbaru dari Microsoft, kita dapat memprediksikan kapan terjadinya kiamat. Temuan canggih World Wide Telescope (WWT) ini ditemukan oleh Jim Crey dari Microsoft Research.
Pada aplikasi ini, dikembangkan teknologi Photosynt, yaitu teknologi yang mampu menggabungkan kumpulan ribuan foto beresolusi tinggi menjadi model tiga dimensi, sehingga pengguna dapat merasakan animasi tiga dimensi (3D) yang menyebabkan seolah-olah terbang ke berbagai penjuru ruang angkasa. WWT menuntun kita menelusuri benda angkasa seperti nebula, galaksi, planet, klaster bintang, blackhole dan lain-lain. Bersamaan dengan dicanangkannya tahun 2009 sebagai International Year of Astronomy oleh IAU (International Astronomical Union) dan UNESCO (United Nations Educational Scientific & Cultural Organization), PT Microsoft menghibahkan seperangkat peragaang komputer interaktif dengan aplikasi WWT kepada Pusat Peragaan Iptek Taman Mini Indonesia Indah (PPIPTEK-TMII). (10/06) Menurut National Technology Officer PT Microsoft Indonesia, Tony Seno Hartono, “Dengan menggunakan aplikasi microsoft, kita dapat melihat secara 3D tata surya. Fenomena unik seperti ledakan supernova 1000 tahun yang lalu, dan gerhana matahari dapat kita prediksi. Salah satunya adalah gerhana matahari yang terjadi di Lampung pada 26 Januari lalu, dan gerhana matahari 22 Juli mendatang di China.” Toni melanjutkan,” Kiamat juga dapat kita prediksi dengan mengetahui kapan terjadinya tabrakan galaksi Bimasakti dengan Andromeda. “ Data dasar mengenai benda langit seperti 89 konstelasi/rasi bintan , galaksi dan sistem tata surya telah tersedia pada perangkat ini. Data-data tersebut berasal dari database NASA dan badan antariksa lainnya. Direktur PPIPTEK TMII menyambut baik dukungan Microsoft, “Aplikasi WWT dari Microsoft dapat dijadikan wacana bidang antariksa, sehingga kegiatan bermain sambil belajar makin diminati di kalangan masyarakat dan pelajar. “ Kedepannya menurut Tony, “Aplikasi ini bisa kita nikmati dengan mendownload aplikasi ini secara gratis, selain itu PT. Microsoft Indonesia juga akan memasang server untuk memudahkan mengupdate data dari NASA kemudian didistribusikan ke para pengguna, termasuk diantaranya sekolah-sekolah”. Sumber: http://www.technologyindonesia.com/news.php?page_mode=detail&id=1418 |