| Penulis Suwardi Purboyo,
Pada 16-06-2009 14:16
|
Dilihat : 158  |
Favorit : None |
Dipublikasin di : Berita, Berita Terbaru |
18 Mei 2009 JAKARTA: Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) segera mengalokasikan bantuan hibah dari Bank Dunia senilai US$1,9 juta untuk penyediaan fasilitas akses Internet dan jasa telekomunikasi di daerah terpencil Jawa dan Sumatra.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto, memaparkan, "Bantuan hibah ini ditandatangani April 2009 dalam rangka penyediaan akses Internet dan jasa telekomunikasi di daerah-daerah terpencil yaitu Provinsi Lampung, Jawa Barat dan Banten." Proyek ini sejalan dengan target pada World Summit of Information Society di Jenewa, Desember 2003, di mana setiap pemimpin bangsa-bangsa sepakat mengatasi kesenjangan digital dalam target tertentu. Untuk tahun 2010 37 seluruh desa yang terhubung dengan sambungan telepon mencapai teledensitas 15%, atau sekitar 37 juta satuan sambungan telepon, sedangkan tahun 2015. pusat akses komunitas berteledensitas 50%. Gatot menegaskan program ini akan bersinergi dengan program penyediaan akses telekomunikasi dan informatika perdesaan (USO/ Universal Service Obligation). Sebelumnya, Dirjen Aplikasi Telematika telah menyediakan warung masyarakat informasi Indonesia (warmasif) sebagai sarana komunikasi, akses informasi, pemasaran melalui Internet, transaksi online dan akses perpustakaan digital.
Country Director World Bank Indonesia, Joachim von Amsberg, menambahkan mekanisme proyek itu inovatif dari sisi pendanaan, sehingga memungkinkan Indonesia mencapai target penyediaan fasilitas telepon perdesaan menjelang 2010 dan Internet perdesaan menjelang 2015.
"Jika proyek ini sukses, bukan hanya layak dicontoh untuk pengembangan telekomunikasi dan Internet melainkan juga untuk pengembangan sektor-sektor infrastruktur lainnya," lanjutnya dalam siaran pers Depkominfo. Sumber: http://www.technologyindonesia.com/news.php?page_mode=detail&id=1393 |
|
|