Badan Koordinasi Nasional Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam

Polling LTMI

Energi Alternatif Apakah yang perlu diprioritaskan untuk mengurangi Ketergantungan terhadap BBM
 

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar
Dampak Perubahan Iklim
 

Penulis Lapan, Pada 10-06-2009 14:42

Dilihat : 350    

Favorit : None

Dipublikasin di : FOKUS, Lingkungan dan Sanitasi


Tuesday, 03 March 2009


Beberapa dampak perubahan iklim dalam laporan IPCC yang terkait dengan Indonesia:

1. Dampak perubahan iklim terhadap  pertanian.

  • Diperkirakan produktivitas pertanian di daerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara 1-2o C sehingga meningkatkan risiko bencana kelaparan.
  • Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir diperkirakan akan memberikan dampak negatif pada produksi lokal, terutama pada sektor penyediaan pangan di daerah subtropis dan tropis.
  • Terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan.
  • Terjadinya pergeseran musim dan perubahan pola hujan, akibatnya Indonesia harus mengimpor beras. Pada tahun 1991, Indonesia mengimpor sebesar 600 ribu ton beras dan tahun 1994 jumlah beras yang diimpor lebih dari satu juta ton (KLH, 1998).
  • Adaptasi bisa dilakukan dengan menciptakan bibit unggul atau mengubah waktu tanam.
  • Peningkatan suhu regional juga akan memberikan dampak negatif kepada penyebaran dan reproduksi ikan.

2. Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.

  • Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.
  • ”Pemanasan global” juga memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah.

3. Pesisir dan  dataran  rendah :

  • Daerah pantai akan semakin rentan terhadap erosi pantai karena perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut. Kerusakan pesisir akan diperparah oleh tekanan dari manusia di daerah pesisir.
  • Diperkirakan pada tahun 2080, jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun karena naiknya permukaan air laut. Risiko terbesar adalah dataran rendah yang padat penduduk dengan kapasitas beradaptasi yang rendah. Penduduk yang paling banyak terancam berada di delta-delta besar di Asia dan Afrika, namun yang paling rentan adalah penduduk di pulau-pulau kecil.
  • Indonesia yang terletak di equator merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.
  • Adaptasi untuk daerah pesisir lebih sulit dilakukan di negara berkembang karena terbatasnya kapasitas beradaptasi mereka.

4. Sektor Kehutanan.

5. Dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air dan menejemen air tawar.

Pada pertengahan abad ini, rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya.

6.  Ekosistem:

  • Kemungkinan punahnya 20-30% spesies tanaman dan hewan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1,5-2,5oC.
  • Meningkatnya tingkat keasaman laut karena bertambahnya Karbondioksida di atmosfer diperkirakan akan membawa dampak negatif pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang serta spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut.
  • Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut. (Sumber World Wild Fund (WWF) Indonesia)

7. Industri, permukiman dan masyarakat:

  • Industri, permukiman, dan masyarakat yang paling rentan umumnya berada di daerah pesisir dan bantaran sungai, serta mereka yang ekonominya terkait erat dengan sumberdaya yang sensitif terhadap iklim, serta mereka yang tinggal di daerah-daerah yang sering dilanda bencana cuaca ekstrem, terutama dimana urbanisasi berlangsung dengan cepat.
  • Komunitas miskin sangat rentan karena kapasitas beradaptasi yang terbatas, serta kehidupan mereka sangat tergantung kepada sumberdaya yang mudah terpengaruh oleh iklim seperti persediaan air dan makanan.

Beberapa hasil riset terbaru menunjukkan bahwa perubahan iklim akan berakibat pada kesehatan dan mengurangi kerentanan pada gelombang panas”, (Pagtirck Kinney ScD, associate professor of Enrivonmental Health Sciences, Mailman School of Public Health). Ada dua alasan penting mengapa Urban Heat Island (UHI) dicurigai sebagai bagian yang bertanggung jawab atas meningkatnya temperatur permukaan maupun temperatur udara pada beberapa dekade terakhir. Alasan pertama berhubungan dengan pengamatan adanya penurunan tingkat temperatur diurnal dan yang kedua adalah lebih rendahnya tingkat pemanasan yang diamati di troposfer bawah dibanding dengan di permukaan.

Sumber : http://www.dirgantara-lapan.or.id/iklim/index.php?option=com_content&view=article&id=60&Itemid=37
   
Quote this article in website
Print
Send to friend

Komentar Pembaca  RSS feed comment
 

Rating Pembaca

   (0 vote)

 


Menambahkan Komentar
Name
E-mail
Title  
Komentar
 
Sisa Huruf: 1200
   Email saya, jika ada yang menanggapi
  Ketikkan kode ini field yang tersedia
Silahkan Ketikkan Code ini:

   
   

Belum ada komentar

< Sebelumnya   Berikutnya >