| Penulis Administrator,
Pada 15-06-2009 15:45
|
Dilihat : 525  |
Favorit : None |
Dipublikasin di : FOKUS, Kelautan |
JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat desain menggunakan teknologi low wash yang diterapkan pada kapal Katamaran. Desain teknologi low wash mampu mengurangi hempasan ombak tinggi yang selama ini terjadi di wilayah kampung-kampung laut akibat lalu lintas kapal. Selain itu, kapal Katamaran low wash ini bisa digunakan di wilayah perairan dangkal.
“Teknologi low wash bisa mengurangi dampak hempasan ombak cukup tinggi yang menerpa wilayah pinggiran, baik pemukiman penduduk atau lahan di sekitarnya. Hempasan ombak tersebut bisa menimbulkan erosi, selain itu dapat mengganggu kapal lainnya,” ujar Ir Iskendar, M.S, Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT di Jakarta, Senin (15/9). Dalam hal ini, BPPT membuat desain teknologi low wash pada kapal Katamaran. Kapal jenis ini memiliki 2 lambung kapal yang terikat menjadi satu, dengan daya angkut lebih besar sehingga cocok di perairan dangkal dan lebih stabil dibanding kapal berlambung 1. “Kapal Kataraman sesuai dengan perairan dangkal yang banyak terdapat di Indonesia. Untuk mengurangi ombak gelombang yang terjadi pada bagian luar, lambung dibuat rata sehingga gelombang yang dihasilkan kapal menjadi kecil. Hempasan obak tidak ke samping, melainkan ditengah dan disalurkan ke belakang kapal,” papar Iskendar. Kapal Katamaran berteknologi low wash ini sudah diujicobakan di kanal-kanal proyek gambut di Kalimantan serta kampung laut di perairan Cilacap, Jawa Tengah. “Kami bahkan sudah melalukan uji coba di Sabang, dengan dilengkapi glass box untuk melihat keindahan bawah laut,” ujarnya. Kendati demikian, lanjut Iskendar teknologi low wash ini juga bisa diterapkan untuk kapal-kapal besar, terutama kapal berpenumpang. “Saat ini, kapal Katamaran memiliki kapasitas 20 penumpang. Namun, bisa saja diterapkan pada kapal lebih besar atau berpenumpang 100-200 orang,” ujarnya. |