Badan Koordinasi Nasional Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam

Polling LTMI

Energi Alternatif Apakah yang perlu diprioritaskan untuk mengurangi Ketergantungan terhadap BBM
 

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar
Kapal Bersayap WiSE Segera Diuji Coba
 

Penulis Administrator, Pada 15-06-2009 16:14

Dilihat : 314    

Favorit : None

Dipublikasin di : FOKUS, Kelautan

Replika WiSE-8 dipamerkan saat acara Open House Dies Emas 50 Tahun ITB di Aula Barat, ITB, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/3)

Kapal bersayap WiSE dijadwalkan diuji coba layar-terbang tahun ini di Bojonegara, Teluk Banten, Kab. Serang, Banten. “Uji coba bertujuan memastikan kemampuan terbang, jarak di air, dengan tingkat kecepatan yang lebih rendah (dari kemampuan normal)”. “Uji coba macam ini butuh kehati-hatian tinggi” ujar Hari Muhammad koordinator peneliti WiSE ITB (3/4) kepada KOMPAS.
Wahana ini sangat tepat dan prospektif sebagai sarana transportasi perairan dangkal antarpulau di Indonesia dan dapat diproduksi dengan teknologi sederhana di galangan kapal. Selain itu, lebih irit hingga 40 persen konsumsi bahan bakarnya dibandingkan alat transportasi lainnya. Memiliki kemampuan terbang dengan ketinggian 10 feet atau sama dengan tiga meter diatas permukaan laut.

Kapal WiSE (Wing in Surface Effect) yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya sejak tahun 2005.

Saat ini ada dua jenis WiSE, yaitu WiSE-2 berkapasitas 2 tempat duduk dan WiSE-8 8 tempat duduk. Prototipe WiSE-2 manufakturnya bekerja sama dengan PT. Carita Boat Indonesia, Banten.

Sejumlah investor dikabarkan tertarik memesan kapal bersayap ini dengan kapasitas tempat duduk lebih besar.


Prinsip Kerja WiSE

Kapal bersayap adalah pesawat terbang yang sengaja dirancang untuk terbang rendah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek permukaan (ground effect) yang berguna menambah gaya angkat. Kendaran jenis ini dikenal dengan nama Wing in Ground/Surface Effect (WiGE atau WiSE).

Dibandingkan dengan kapal laut, WiSE memiliki keunggulan yaitu meniadakan gaya hambat dari air laut karena telah berada beberapa centi diatas permukaan laut dan pada akhirnya tentu saja kecepatan yang didapat lebih tinggi, waktu tempuh singkat, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Prinsipnya, WiSE manfaatkan efek pemampatan udara permukaan yang terjadi pada objek benda yang terbang rendah. Efek tambahan gaya angkat ini dipertahankan dengan memilih kecepatan terbang yang sesuai dan bentuk aerodinamik yang sesuai pula.

Gaya angkat pada sayap terbangkit akibat adanya perbedaan tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap akibat gerak relatif udara terhadap sayap. Namun, konsekuensi dari perbedaan tekanan ini adalah terjadinya ‘kebocoran’ tekanan di ujung tepi sayap (wing tip) dan terjadi kerugian gaya angkat. Saat terbang rendah, downwash yang tercipta di tepi sayap ini ‘terhalang’ oleh permukaan, sehingga didapatllah tambahan gaya angkat.
(dikutip: @forumsains.com/azki hakim)


Ekranoplan

 

 

 

 

 

Central Hydrofoil Design Bureau (CHDB) diketuai oleh Rostislav Alexeiev dengan dukungan dan sumber dana dari Kruchev, membuat kapal memanfaatkan teknologi WiSE yang disebut KM Ekranoplan. KM Ekranoplan disebut Monster Laut Kaspia mempunyai bobot 550 ton, yang digunakan AL Uni Soviet hingga tahun 1980 setelah mengalami kecelakaan saat tinggal landas.

 

A-90 Orlyonok (Foto: militaryphotos)


 

 

 

 

Program Ekranoplan dilanjutkan dengan membuat A-90 Orlyonok 125 ton, bertugas dijajaran AL Uni Soviet dari tahun 1979 hingga 1992. Ekranoplan Kelas Lun dibuat tahun 1987, berfungsi sebagai peluncur misil. Sedangkan Lun kedua yang diberi nama Spasatel, berfungsi sebagai kapal penolong tidak pernah selesai dibuat.

Sumber: http://beritahankam.blogspot.com/2009/04/kapal-bersayap-wise-diuji-coba-tahun.html

   
Quote this article in website
Print
Send to friend

Komentar Pembaca  RSS feed comment
 

Rating Pembaca

   (0 vote)

 

Menampilkan 1 of 1 Komentar

\'\'

Realisasi

Penulis: Aoki (Guest) Pada 01-08-2009 14:02

\'\'

Realisasi

Penulis: Aoki (Guest ) Pada 01-08-2009 14:02

Assalamu'alaikum.. 
Salam kenal.. 
 
Hmm, sebenarnya dari awal pengembangan proyek ini di BPPT, saya sudah sangat tertarik, dan sangat-sangat mendukung penelitian dan pengembangan seperti ini.. sampai saya pun ikut melakukan pengembangan secara personal dan hasilnyapun tidak mengecewakan.. namun sayang disayang, di Indonesia hal-hal semacam ini hanya berupa "Proyek", hampir selalu tidak berkelanjutan. Belum lagi mental orang-orang kita yang masih tidak memajukaan bangsa, seperti "KKN, anggapan buatan bule lebih baik, tidak bisa menerima kegagalan, padahal yang namanya pengembangan itu tidak bisaa langsung berhasil.  
Setahu saya, proyek WIG/WiSE BPPT ada sedikit masalah teknis/intern, jadi coba di konfirmasi ulang mengenai kelanjutan "uji coba tahun ini", karena saya sangat menantikan berita perkembagannya.. 
 
Mari kita dukung terus karya-karya anak bangsa 
DI LAUT KITA SELALU JAYA. 
 
Salam.

 

» Sampaikan Komentar ini pada Administrator

» Menanggapi Komentar ini..

Menampilkan 1 of 1 Komentar



Menambahkan Komentar
Name
E-mail
Title  
Komentar
 
Sisa Huruf: 1200
   Email saya, jika ada yang menanggapi
  Ketikkan kode ini field yang tersedia
Silahkan Ketikkan Code ini:

   
   

Berikutnya >