Pemanfaatan Energi Alternatif Semakin Pesat di Jerman

Pemanfaatan Energi Alternatif Semakin Pesat di Jerman

Di Jerman pemanfaatan energi alternatif semakin digalakkan. Di kota kecil Morbach, misalnya di kawasan bekas pangkalan angkatan udara AS yang paling besar di Eropa dibangun apa yang disebut taman energi alternatif.

Dalam dekade terakhir ini anjuran bagi penggunaan bahan bakar alternatif semakin gencar dilontarkan. Sebab disadari bahan bakar fosil akan semakin mahal karena cadangannya semakin menipis.

Selain itu kesadaran lingkungan, juga semakin tumbuh. Diketahui pembakaran bahan bakar fossil menimbulkan pencemaran serta emisi gas rumah kaca yang mempengaruhi iklim global. Di Jerman pemanfaatan energi alternatif semakin digalakkan.

Terutama  untuk melepaskan ketergantungan dari sumber energi fossil. Pemerintah mendukung pengembangan dan pemanfaatan energi matahari, tenaga angin atau biomassa. Di kota kecil Morbach, misalnya di kawasan bekas pangkalan angkatan udara AS yang paling besar di Eropa dibangun apa yang disebut taman energi alternatif.

Morbach adalah kota kecil dengan populasi penduduk sekitar 11.000 orang, dahulu hanya dikenal sebagai pangkalan angkatan udara AS di Jerman. Sebagai konsekuensi dari perang teluk kedua, basis a ngkatan udara AS itu dikosongkan. Militer AS pada tahun 1995 mengembalikan kawasan seluas 145 hektar itu kepada pemerintah kota.

Setelah debat politik yang cukup alot, pada tahun 2001 diputuskan di kawasan bekas pangkalan angkatan udara AS itu akan dibangun taman nergi alternatif. Berupa gabungan seluruh energi alternatif yang dikenal.

kincir2
Dengan begitu kawasan sekitar kota Morbach akan dipenuhi kebutuhan energinya dengan pembangkit listrik ramah lingkungan. Konsep untuk mengabungkan operasi pembangkit energi surya, tenaga angin dan biomassa dalam satu kompleks, merupakan gagasan pertama dan satu-satunya di Jerman. Konsep itu juga diharapkan akan menjadi proyek percontohan pembangkit energi ramah lingkungan terpadu di dunia.

Konsepnya dikembangkan oleh para pakar teknologi energi alternatif dari sekolah tinggi teknik di Trier dan Kampus-lingkungan di kota Birkenfeld. Namun proyek itu juga menghadapi berbagai kendala. Terutama untuk meyakinkan masyarakat di sekitarnya untuk menerima proyek ini.

Penyebabnya, warga di pedesaan masih menilai instalasi pembangkit energi angin sebagai merusak pemandangan. Selain itu mereka juga masih merasa skeptis akan kehandalan pembangkit energi alternatif.

Walikota Morbach, Gregor Eibes menceritakan bagaimana ia dapat meyakinkan penduduk: “Yang terpenting adalah memberikan informasi lebih dini dan lengkap kepada penduduk. Yang lebih penting lagi, kami menegaskan bukan hanya ingin membangun pembangkit listrik tenaga angin, melainkan sebuah kawasan pembangkit energi alternatif, berupa gabungan dari tenaga angin, sel surya dan biomassa. Juga kami meminta konsep terpadu dari investor.

Di kawasan pembangkit energi alternatif kota Morbach saat ini beroperasi 14 pembangkit listrik tenaga angin, sebuah kompleks panel sel surya seluas 4000 meter persegi dan sebuah kompleks instalasi biogas.

Produksi listrik gabungan tiga jenis pembangkit energi alternatif itu, mencapai sekitar 50 juta kilowatt per tahunnya. Produksi energinya melebih kebutuhan listrik seluruh  penduduk Morbach. Dengan pembangkitan energi yang ramah lingkungan itu, setiap tahunnya emisi gas karbondikosida dapat dikurangi sekitar 32.200 ton. Hal ini dinilai sebagai kontribusi positif bagi perlindungan iklim.

 

Source : alpensteel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *